AGENDA MENDESAK BANGSA

23 Juni 2009 § Tinggalkan komentar

Begitu parahkah keadaan bangsa Indonesia ? Mungkin ya, mungkin tidak tergantung dari sisi mana orang melihat. Untuk melihat diperlukan hati, kemudian memandang keseluruh penjuru sekaligus mematut diri dan rasa-rasanya benarkah seruan : “SELAMATKAN INDONESIA”.

Pak Mohammad Amien Rais menulis “AGENDA -MENDESAK BANGSA SELAMATKAN INDONESIA” yang ditujukan kepada kepada semua tingkatan, mulai dari Angkatan Muda Inonesia sampai dengan semua Anak bangsa yang masih peduli dengan martabat dan harga diri bangsa.
Pak Amien mendahului dalam kata pengantarnya, bahwa : Masalah besar Indonesia yang senantiasa bergejolak dalam pikiran saya adalah mengapa kita terus saja miskin, terbelakang dan tercecer dalam kemajuan bangsa-bangsa lain. Setiap pengamat atau tokoh barangkali akan menemui jawaban yang berlainan sesuai latar belakang pengetahuan dan pengalaman masing-masing .

Setiap jawaban yang ditemukan pasti mengandung unsur-unsur kebenaran dan semuanya harus diapresiasi, agar kita dapat melihat permasalahan besar bangsa kita secara lebih utuh dan menyeluruh. Risalah atau monorafi atau buku tipis ini mencoba mencari jawaban atas masalah besar diatas. Sebagian pembaca mungkin setuju dengan risalah ini, sebagian lainnya mungkin tidak, bahkan mungkin ada yang cendrung marah.

Buku ini menarik untuk dibaca oleh anak bangsa, apalagi dalam suasana perayaan kebangkitan nasional untuk memperjelas posisi dirinya sebagai anak bangsa didalam arus globalisasi. Sehingga setiap orang dapat mengambil bagian dalam menyelamatkan Indonesia sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya. Makin tinggi kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya tentu makin besar peranannya dalam penyelamatan Indonesia. Tetapi sebaliknya makin tinggi kemampuan dan kewenangannya, daya hancurnya untuk bangsa ini makin tinggi jika memang itu diniatkannya.

Ditengah-tengah buku ini sarat dengan fakta dan muncul pertanyaan dan jawaban yang sangat menyentuh:

Mengapa pemerintah sampai saat ini tidak dapat memenuhi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 %? Jawabannya. Tidak ada uang !
Mengapa jutaan hektar hutan yang sudah gundul tidak dihijaukan kembali. Jawabannya. Tidak ada uang !
Mengapa senjata dan peralatan militer kita sudah banyak yang usang dan tidak diperbaharui. Jawabannya. Tidak ada uang !
Mengapa anggaran untuk menanggulangi demam berdarah, flu burung dan epidemi lainnya tidak memadai. Jawabannya. Tidak ada uang !
Mengapa pencurian di lautan kita, kita biarkan merajalela. Jawabannya. Tidak ada uang !
Mengapa infra struktur kita, jalan dan jembatan di Jawa dan luar Jawa yang sudah demikian buruk tiak di rekonstruksi. Jawabanya tidak ada uang!
Pendek kata, setiap keinginan luhur untuk memperbaiki Indonesia pasti terbentur masalah tunggal tidak ada uang.Sebenarnya kalau dibaca lebih lanjut dalam buku Pak Amien masalahnya bukan masalah tunggal tetapi masalah yang multi komplek yang berkaitan satu sama lain.

Masalah tidak ada uang diakibatkan berbagai masalah yang melilit bangsa mulai dari tekanan global sampai dengan masalah dalam negeri Indonesia. Untuk mengatasi ini semua, Pak Amien menyodorkan konsep tidak kurang 26 point gagasan yang dikemukakan, dengan harapan gagasan ini dapat bergulir dan makin utuh dalam rangka menyelamatkan bangsa Indonesia.

Kesemuanya itu akan berhasil akan berhasil bila anak bangsa ini dapat memperhatikan kembali 6 rujukan fundamental bangsa Indonesia, yaitu :

Satu, Lagu kebangsaan “Indonesia Raya”
Dua, sang saka Merah Putih
Tiga, bahasa Indonesia.
Empat, Semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika
Lima, TNI dan POLRI yang berdiri di atas segala kelompok dan golongan.
Enam, Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara.

Pak Amien berkeyakinan dengan rujukan fundamental tersebut, berdasarkan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah Swt sebagai sumber kekuatan hakiki, rasanya bangsa Indonesia tetap sanggup mengatasi berbagai halangan, tantangan, gangguan dan rintangan apa saja.

Pada penutup Pak Amien mengutip ajaran Bung Karno, “for a fighting nation, there is no journey’s end”. Bagi bangsa pejuang tidak stasiun akhi
Dan ajaran Kitab suci lebih jelas lagi,
“Apabila Engkau sudah usai menunaikan tugas, hendaknya Engkau bangkit kembali (menunaikan tugas lainnya). Dan hendaklah kepada Tuhan Mu engkau sandarkan semua harapan (Qs 94 : 7-9)

Tentunya dalam halaman fokus “stretegi kita” perlu di ingatkan kembali bahwa semua gagasan semua perencanaan alam kebiksanaan strategi penyelamatan bangsa akan sia-sia bila keimanan tergerus dalam kenikmatan sesaat. Atau keimanan yang dipalsukan tidak amal sholeh yang diterima oleh Allah tanpa keikhlasan untuk berkorban demi kemajuan bangsa. Iman tanpa ikhlas adalah dusta, iman yang sungguh-sungguh bukan ecek-ecek. Itulah pada hakekatnya yang diinginkan oleh Pak Amien sebagai Kader Muhammadiyah.

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading AGENDA MENDESAK BANGSA at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: