Sejenak Nembang

16 Oktober 2010 § 5 Komentar

Sudah lima hari saya menghabiskan waktu istirahat di kampung halaman. Di rumah ada kebiasaan yang masih saja bikin heran orang rumah yaitu kesenangan saya mendengarkan wayang kulit. Judul yang sering saya dengar adalah semar mbangun khayangan, petruk dadi ratu ataupun brontoyudo tapi jangan tanya jalan ceritanya karna paling banter satu-dua jam saya mendengarkan selanjutnya adalah tertidur pulas.

Kemarin saya terbangun sekitar jam 02.00 pagi dan di radio terdengar swargi ki dalang hadi sugito sedang membawakan sesi goro-goro, biasanya goro-goro diawali dengan adu nembang para punokawan petruk, gareng, bagong dan juga kyai semar. Tembang yang saya dengar adalah Lir- ilir…

Yaak tembang Lir-ilir….

Tembang yang bagi sebagian besar yang hidup di jawa pasti tahu atau pernah mendengar, setelah sinden menembangkan tembang Lir-ilir kemudian dalang memberikan makna dari tembang tersebut, tetapi karena mata dan telinga dah gak begitu singkron jadi pesan yang disampaikan ki dalang gak bisa tertransver sempurna.

Nah ini lirik tembang Lir-Ilir yang konon di ciptakan sunan kalijogo :

Lir ilir..lir..ilir..tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
Cah angon..cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro..dodotiro.. kumitir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatna kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hore..

Banyak versi dalam mengartikan tembang Lir ilir ini, kali ini kurang lebih akan share yang saya denger saat dalang membeberkan ceritanya plus tambal sulam dari tulisan yang pernah saya baca.

Lir ilir..lir..ilir..tandure wus sumilir. Bangun dan bergeraklah hei orang-orang.
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar. Telah datang suatu ajaran (islam) yang membawa kebahagiaan orang-orang.
Cah angon..cah angon penekno blimbing kuwi. Blimbing adalah buah persegi lima yang merupakan simbol dari rukun islam dan sholat lima waktu.
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Perintah untuk menjalankan yang lima walau banyak rintangannya.
Dodotiro..dodotiro. kumitir bedah ing pinggir. Kemajuan jaman membuat banyak yang meninggalkan ajaran agama sehingga jiwa menjadi kotor.
Dondomono jrumatna kanggo seba mengko sore. Agar semua orang memperbaiki kehidupan beragamanya untuk bekal menghadap kepada-Nya di hari nanti.
Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane. Selagi masih banyak waktu dan kesempatan.
Yo surako surak hore..Bergembiralah dan semoga kita termasuk yang mendapat anugerah dari-Nya.

Tuhan telah membekali kita manusia dengan akal dan juga nafsu tapi tuhan juga telah memberikan ajaran agar kita berjalan sesuai kodrat manusia. Sunan kalijogo berusaha menyebarkan ajaran dari-Nya dengan caranya, membuat tembang dengan bahasa yang sederhana (mudah dimengerti) namun makna yang terkandung didalamnya saya anggap dalam dan berkesan…menghilangkan kegalauan berjamaah orang-orang yang sadar kodrat🙂

Tagged: , ,

§ 5 Responses to Sejenak Nembang

  • bakpoo mengatakan:

    Lagu sederhana yang sarat makna..🙂

  • ristari mengatakan:

    bagus sekali….
    sebenarnya hal itu sangat sederhana…
    lagu itu banyak yang mengetahui…

    tapi hanya beberapa yang mengetahui…

    dan andalah salah satu diantara beberapa itu….!

  • Mey Bengkulen mengatakan:

    saat ini tdk banyak lagu yg bs membangun jiwa, yg banyak justru lagu2 cengeng yg justru melemahkan jiwa tp anehnya anak muda jaman skrg justru lebih suka bahkan larut dalam syair & liriknya. salut dg anda yg msh bs memilah & memaknai lagu dg jiwa. salam kenal dr jauh

  • melianaaryuni mengatakan:

    Ternyata maknanya seperti itu ya,Pak. Karena lagunya menggunakan bahasa Jawa, saya kurang ngerti maknanya, tapi secara nada lgu Lir-Ilir membuat saya merasa tinggal jauh di tempat yang nyaman di sebuah desa.

  • dhieaje mengatakan:

    saya suka tembang ini, apa lagi pas yang nembangnya can nun:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sejenak Nembang at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: