Jogja

28 Februari 2011 § 1 Komentar

image

Dengerin radio online jogja jadi teringat saat-saat dulu masih tinggal di kota ini. Jogja yang berhati nyaman. Senyaman juga tempat dan orang-orangnya.

Jogja, kota yang mungkin siangnya berasa panas dan sibuk jadi berasa adem ayem saat malam datang. Menurut saya menikmati jogja akan lebih afdol  kalo malam hari, mubengi kutho terus mampir di lesehan gudeg, nongkrong  lagi di alun-alun kidul sambil nyruput wedang ronde dan makan jagung bakar, laen waktu menikmati  kopi  kebul-kebul lalu dilanjut ngobrol ngalor-ngidul sambil makan sego kucing di angkringan.

Angkringan lek Man yang terkenal ataupun puluhan angkringan yang tersebar di pinggir jalan sama-sama enaknya, dwit cekak ataupun longgar angkringan tetaplah menjadi tempat yang familier. Menu sederhana sego kucing, gorengan, ceker, ndas pithik, telur puyuh yang semuanya dengan harga murah meriah membuat angkringan bersahabat dengan kantong mahasiswa, kuli toko, seniman ataupun tukang becak. Semua bisa makan sambil ngrobol, bercanda, ketawa-tawa  disini, maka sering juga disebut ngangkring karo ngrungokke gojeg kere.

Habis ngangkring di lek Man trus mampir ke pasar malam klitikan yang dulu masih di jl mangkubumi tugu, seringnya saya nyari kaset jadul ataupun hanya ngeliat permainan skak tiga langkah mati. Pernah juga beruntung dapet gitar bolong yang harganya cuman lima puluh rebu. Yaa kantong cekak membuat naluri milih dan nawar berubah seperti emak-emak di pasar.

Alkid, tempat terakhir setelah capek putar-putar kota. Ngobrol atau nggremeng tentang segala hal menjadi sah disini. Asalkan kopi masih ada di dalam gelas, nyampe jam 2 pagipun ibuk lesehan tetep hayuk aja. Just for fun sesekali nyoba masangin (masuk antara dua beringin) dengan mata tertutup dan entah napa saya pun loncat-loncat kegirangan saat bisa nerobos dua beringin itu.

Dan malamnya jogja serta keramahan rakyatnya sultan ngayogyokarto membuat kota ini seperti mempunyai hawa magis untuk menyeret saya kembali berkunjung ke kota ini lagi dan lagi. Yep, walaupun hanya sekedar ngangkring dan ngopi-ngopi, itu sudah cukup.

Gambar saya pinjam dari sini

Tagged: , , , , , ,

§ One Response to Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jogja at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: