Shio

26 Januari 2012 § Tinggalkan komentar

Ngelanjutin maenan yang kemarin, sambungan cerita Dari Hokkian ke Shio. Selanjutnya tentang karakter shio. Shio yang terpilih adalah monyet. Konon katanya  Shio monyet terpilih sebagai shio yang paling cerdas di antara semua shio. Ia lincah tak bisa diam, humoris, jenaka, menyenangkan hati, dan mampu memperdayai siapa pun. Ia mahir memperhitungkan dan mengelak dari bencana dan mudah memasang perangkap hingga musuh tak berdaya. Ia pemberani, tanpa perhitungan, lepas bebas tak terkendali, dan penuh vitalitas. Shio Monyet tak kenal bahaya, bertindak sesuka hati, cerdik dan mahir berbisnis. Bisnis, politik atau militer dan beberapa bidang lainnya cocok digeluti Shio Monyet.

Monyet juga terkenal binatang yang menyukai pesta seperti dugem misalnya. Mereka benar-benar tahu bagaimana mendapatkan waktu senang dan dapat terlihat berpindah dari satu group teman ke group yang lain, menarik perhatian banyak orang. Selalu semangat, mereka di anggap sebagai selebritis dalam lingkungannya karena selera humor yang tinggi dan pemikiran yang tajam. Bahkan secara mengejutkan, Shio Monyet juga pendengar yang baik dan dapat mengatasi situasi yang menyulitkan. Sifat alami Shio ini adalah keingin tahuan yang menyebabkan mereka menjadi sangat tahu banyak hal diberbagai topik disamping itu mungkin sering update twitter dan facebook kali yaa. Monyet memiliki sisi membanggakan diri sendiri dengan cara menarik perhatian rekannya melalui apa yang mereka ketahui.

Itu tadi konon cerita karakter shio monyet yang referensinya dari sini dan  sini. Secara serius terjadi banyak perbedaan pemahaman menyikapi shio ini, tentu selain dianggap sebagai lucu-lucuan saja. Apalagi tentang boleh percaya atau tidak tentang ramalan shio. Shio adalah salah satu budaya, iya budaya. Budaya yang awalnya ada di Tionghoa sana. Shio itu kalau gak salah bisa diartikan seperti, persis atau sama dengan. Berarti manusia dipersisin ama binatang dong? mungkin dari segi karakternya yang di cocokin ke binantang begitu. Ada juga yang bilang kalau baik dipercaya tapi kalau buruk diabaikan saja. Nah bagaimana itu? Ya gakpapa kan? Kalau dari beberapa agama siii pasti dilarang percaya ama yang beginian. Lalu mau mencampur agama ama budaya?

Disini owe cuman belcelita, Loe-loe ulang boleh pelcaya boleh enggak, loe ulang pasti lebih pintal dan celdas menyikapinya🙂

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Shio at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: