Bersama Radio

5 Februari 2012 § 3 Komentar

Sekarang sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk menghidupkan radio disela saat-saat santai. Semisal sedang membaca atau saat bangun pagi. Radio lebih fleksible karna kita menerima info atau hiburan dalam bentuk suara bukannya gambar jadinya gak perlu deh mantengin dengan seksama.

Nah agak melow-melow norak kalau inget kebiasaan kecil saya ama yang namanya radio. Saya kecil hidup di area pedesaan yang cukup pelosok. Waktu itu belum semua orang mempunyai televisi dan siaran televisi baru ada TVRI pula. Tapinya kalau radio sepertinya tiap rumah punya deh. Ada dua radio dirumah, satu radio warisan Om yang gedhe banget yang frekuensinya masih MW, SW1, SW2 dan SW3. Satu lagi radio punya bapak, radio yang bahannya terbuat dari kayu dan pakai sumber dayanya masih dari batu baterai 4 X 1,5 volt. Frekuensipun masih MW dan SW. Saya dulu pernah menjadi salah satu penikmat drama radio, yap kalau gak salah Tutur Tinular dan Misteri Gunung Merapi. Iya dari sana saya tau yang namanya tokoh Mak lampir, Aria Kamandanu, Mantili, Laksmini ataupun Brama Kumbara😀.

Di radio juga saya mulai kirim-kirim salam buat teman. Jamannya itu yaa, kirim salam dan request lagu masih pake kartu pos. Salah satu radio yang dulu saya ikuti adalah RAM yang mancarnya di gelombang AM pula. RAM kependekan dari Radio Andalan Muda. Di radio ini tiap jam 4 sore nyiarin lagu pop rock yang lagi ngehits plus bacaain salam-salam. Saya yang masih bocah berasa seneng banget kalau kartu pos saya dibacaiin ada rasa jedug-jedug gimana gitu. Lebihnya suka pringas-pringis sendiri saat request lagu saya diputerin, sambil penyiarnya menyebutkan nama saya sebagai pengirim kartu pos tadi… berasa udah ngehits gitu padahal kan norak banget yaa😀.

 Lama kemudian ternyata ada yang jauh lebih menarik lagi. Radio kecil yang satu lagi. Radio kecil yang defaultnya udah ada gelombang AM dan FM. Radio FM yang sering saya pantengin adalah Geronimo FM. Dulu ada acara Citra Kota dan penyiar yang masih saya inget ada Lusi Laksita, Arman Perdana. Ada banyak si penyiarnya, tapinya saya gagal ingat kalau soal nama. Ada lagi acara Kakimami, atau Teka-Teki Malam Hari Ini dan TTK mania. Agak random soal nama penyiar tapinya kalau gak salah ada yang pakai nama Sujak Darpo dan Rull Jikstra. Kemudian ada lagi acara tiap malem sabtu yang sukanya bikin ngakak-ngakak karna ada Gareng Rakasiwi ataupun itu si Dibyo. Iya Dibyo yang dikemudian waktu sudah saya liat penampakannya saat dia perfom band dan bawa acara di TVRI Jogja.

Begitulah dan saya skip cerita dulu ya. Nah diantara temen-temen masih adakah yang saat masa kecilnya masih menikmati siaran radio AM? Yang masih silahkan ngacung🙂

Tagged: , ,

§ 3 Responses to Bersama Radio

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bersama Radio at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: