Cinta Ingus-an

8 April 2016 § 1 Komentar

Kemarin saya iseng mau lihat itu bandara Jember. Ya iseng aja, kenapa sekarang jadi ramai dibahas sama pejabat daerah dan wartawan lokal sini. Untuk menuju bandara saya melewati jalan yang kanan-kirinya pohon tebu, ini adalah area perkebunan Ptpn wilayah jember. Setelah tahu itu bandara dan melongok sebentar, yaudah saya balik lagi. Selesai.

Begitu saja ceritanya? Tidak, ini ada yang tersisa. Tadi di antara pohon tebu saya lihat ada sepasang anak sekolah yang sedang nongkrong di atas motor. Mereka asyik ngobrol sambil berdekatan berhimpitan. #numpang pacaran sama tebu. Pun begitu saat saya melintas di area salah satu gedung olah raga. Di sudut 145 derajat gedung, saya lihat hal yang serupa #numpang pacaran sudut gedung.

Ada cerita juga kemarin di harian lokal, anak cowok SMK membunuh mantan pacarnya sendiri, hanya gara-gara cemburu membaca sms dari dari cowok lain. Membunuhnya pun sadis, di jelungupin di lumpur sawah. Mungkin karena emosi yang meledak anak-anak  ini kebablasan.

Cinta-cintaan memang asyik, tapi kadang belum benar menyikapi. Digombali, Cinta kamu sayang… Digombali perhatian, Udah maem belum sayang? Ataupun Kangen kamu, sayang.. #terus melayang. Iya kan?

Udah gitu dibela-belain curi-curi waktu, dibela-belain alasan belajar bersama. Semua itu karena alasan ketemuan sama yayang honey. Nah lho dan kadang siklusnya pun aneh Kenalan, Dagdigdugan, Ketemuan, Bubaran, Kepo-kepoan, mental kesakitan. Oh drama, hilang kewarasan. Memori..oh memori, yang dulunya update banget Whatsappan. Gak kenal waktu. Lagi dimana, ngapain aja, maem apa, bobok dengan siapa, sudah sampai mana, sudah sampai rumah, fii amanillah yaa…eh beneran fii amanillah ya sayang  honey.

Cinta-cintaan model beginian, biasanya gak berjalan lama. Ya hitungan bulan atau mungkin tahunlah. Jarang sekali dari awal masuk sampai lulus. Walaupun sedikit persen, ada. Nah kalau yang sampai lulus masih bertahan, harusnya mereka dapat hadiah, 60 atau 32 pak buku tulis sinar dunia lengkap dengan pensil, pen, penggaris dan penghapus. Begitu kan sayang honey #nabokseorangteman. #piss :))

Iklan

§ One Response to Cinta Ingus-an

  • ellykurnia berkata:

    Cinta ingusanku nggak seberani itu dulu mas Heri. Aku hanya berani mengintip dari jendela kelas ketika si kakak melintas *halah kisah sma jadul banget ya. Dan begitulah, untungnya nggak khilaf ngikik-ngikik kalau bareng ke kantin bersama. Jaman dulu masih malu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cinta Ingus-an at kupu biru.

meta

%d blogger menyukai ini: